Tags

, ,


Para ilmuwan tercengan dengan sebuah manuskrip sastra-ilmiah kuno milik bangsa Sumeria yang ditulis kira-kira 6000 tahun yang lalu. Keheranan tersebut karena tercantumnya dengan jelas Planet Nibiru sebagai bagian dari tata surya. Nibiru berarti “planet yang bersilangan” dan memiliki deskripsi sama persis dengan Planet X (Planet Ke Sepuluh) yang mendekat ke Bumi setiap 3600 tahun.

Beberapa hal terkait Planet X yang pernah diteliti Dr. Thomas C. Van Flandern, diantaranya memiliki orbit eliptik seperti komet, perjalanannya melampaui orbit Pluto, terjadi perubahan kutub di Uranus dan Neptunus. Bersama rekannya, Dr. Richard Harrington, ia membuat kalkulasi tentang sebuah planet (urutan ke 10 di system tata surya kita) dengan ukuran 23 kali lebih besar dari bumi, serta memiliki tingkat orbit eliptikal yang tinggi.

Ketika Planet X berada pada orbit yang paling dekat dengan bumi, maka terjadi perubahan yang drastis di bumi. Perubahan ini mengakibatkan kerusakan besar dan kepunahan. Sejarah dan monumen peninggalan peradaban lampau menjadi saksi kejadian tersebut. Sebut saja, Legenda Atlantis, Lemuria, Indian Maya dan perabadan lainnya, yang hanyut terbenam lautan atau punah sekejap.

Sisa-sisa kebudayaan mereka bisa kita temui di Florida, Jepang dan kawasan Mediterania. Semakin dekat Planet X dari bumi, semakin kuat daya magnetic dan gravitasinya. Ini bisa kita rasakan setiap hari. Semakin dekat planet X dengan kita, semakin cepat laju pergerakannya. Berbagai bencana dahsyat yang susul menyusul terjadi di berbagai negara hanyalah awal kecil dari apa sesungguhnya yang akan terjadi.

Tulisan kuno bangsa Sumeria mencatat beberapa hal menarik yang juga diyakini banyak kepercayaan, yaitu penciptaan Taman Eden/Firdaus dan banjir besar yang menutupi seluruh permukaan bumi (mirip kisah Nabi Nuh).

Tapi, bangsa Sumeria juga mencatat tentang kedatangan Bangsa Anunnaki dari Planet Nibiru, yang “merekayasa” genetika manusia dengan cara mengambil DNA mereka & mencampurkannya dengan DNA mahluk bumi (saat itu adalah manusia gua /Neanderthal). Dalam bahasa Sumeria, Anunnaki berarti “mereka yang ke bumi, turun dari langit”.

Anunnaki digambarkan sebagai bangsa yang modern, dan telah menciptakan berbagai monumen penting di Bumi, Bulan dan Mars, serta planet-planet padat lain dalam galaksi kita. Mungkinkah akan terjadi perang antara kita, warga Bumi dengan Anunnaki? Presiden Amerika Ronald Reagan pernah menyinggung soal ancaman dari luar angkasa dalam salah satu pidatonya. Reagan juga mengusulkan dibentuknya system persenjataan berbasis luar angkasa (STAR WARS). Mungkinkah saat itu sudah ada kontak dengan mahluk luar angkasa?

Manusia modern (kita) menurut tulisan manuskrip, memiliki fisik yang lebih estetik (indah) dan halus dibandingkan manusia gua karena itu hasil perpaduan DNA Anunnaki dengan kita. Bangsa Anunnaki sendiri memiliki ciri-ciri fisik: tinggi rata-rata 78 kaki (3 meter), kulit putih, rambut pirang atau merah, mata biru.

Bangsa Kaukasia (kulit putih, pirang, mata biru) memiliki paling banyak ciri ciri fisik Anunnaki. Ini bisa dilihat dari golongan darah mereka, yaitu Rhesus negative. Karena rhesus negative, bukan berasal dari DNA kita. Tapi, dari Anunnaki (alien).

Beberapa fakta menarik yang telah ditemukan:

Mungkinkah sebuah bintang punya kekuatan luar biasa? Mungkin! Karena ada satu bintang “kerdil” (dwarf star, sebutannya) yaitu SIRIUS (atau dog star) yang memiliki tingkat kepadatan yang sangat solid, melebihi matahari. Padahal ukurannya jauh lebih kecil, namun untuk kepadatan massa, Sirius paling berat. Jika bintang ini masuk orbit, atau bertabrakan..maka efeknya lumayan fatal.

Kalau dikaji tulisan- tulisan kuno tentang astronomi kita, maka Bumi pada awalnya menempati posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih panas, dan penduduknya berkulit gelap karena melanin yang tinggi.

Saat itu, planet yang lebih kondusif dari sisi iklim, jarak dengan matahari dan atmosfir adalah Mars. Namun karena ada tubrukan, maka Jupiter masuk orbit. Jadi jarak bumi menjauh dari matahari. Ini berpengaruh pada banyak hal, seperti warna kulit penduduk, lama hari, dll.

Para ilmuwan sepakat bahwa tabrakan itulah yang menyebabkan “The Great Deluge” atau banjir besar yang ada di dalam kisah Nabi Nuh.

Wallaahu A’lam Bish showab

Advertisements