Tags

, , , , , ,


Setidaknya bagi seorang Nazarudin takut bukanlah sesatu yang harus dikawatirkan, karena berani mengambil resiko dengan melakukan wawancara di 2 stasiun TV swasta. Dalam wawancaranya, dia membeberkan semua aib (versinya) yang menyebabkan seorang Nazarudin menjadi tersangka dan buron Interpol.

Pembawa acara bertindak seolah-olah seorang polisi yang sedang melakukan interogasi dan membuat Nazarudin bernyanyi. Terbukalah semua hal yang mungkin tidak diketahui oleh publik. Disini tidak akan dibahas masalah politik, tapi mencoba melihat kecanggihan teknologi yang digunakan Nazarudin sehingga tidak terdeteksi keberadaannya. Ada dua kemungkinan, yakni Calling Card atau Conference Call, mari kita bahas satu persatu.

Calling Card

merupakan jasa layanan kartu panggil dengan teknologi Computer Telephony Integration (CTI) atau dikenal juga dengan switch based technogy, deferensiasi layanan ini adalah dengan card printing based and PIN based. Ini berarti bahwa untuk melacak keberadaan telepon ini sangatlah mudah, akan tetapi yang diketemukan hanyalah lokasi telepon yang digunakan. Sementara pemegang kartu tidak akan dapat dilacak keberadaannya. Di luar negeri, aksesibilitas layanan ini menggunakan jaringan internet (VoIP) dan bersistem digital sehingga kualitasnya suaranya bagus. Akan tetapi jika yang dituju masih menggunakan sistem analog, maka kualitas suara sedikit menurun dan biasanya disertai adanya jeda (delay).

Conference Call

merupakan istilah yang digunakan untuk panggilan telepon yang menghubungkan tiga atau lebih saluran telepon dalam waktu bersamaan. Conference Call dapat diatur sedemikian rupa sehingga pihak yang ditelepon dapat berpartisipasi saat panggilan telepon dilakukan atau hanya mendengarkan percakapan dan tak bisa ikut berbicara. Kualitas Conference call tidak sebaik menggunakan telepon biasa. Hal ini dikarenakan teknologi, yakni kurangnya bandwith atau alat komunikasi itu sendiri.

Lalu manakah dari keduanya yang digunakan oleh Nazarudin??

Advertisements