Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


perhelatan yang dilaksanakan di hotel borobudur, jakarta selama 2 hari (13-14 sept 2011) ini bertujuan untuk mengevaluasi desentralisasi fiskal di Indonesia dan berbagai pengalaman di negara lain. dihadiri oleh akademisi dan praktisi desentralisasi dari berbagai negara, dan pejabat provinsi, kabupaten ataupun kota di Indonesia.

konferensi ini dibuka oleh Menteri Keuangan dengan menghadirkan pembicara seperti Marwanto Hardjowiryono, Herbert Pakpahan, Jorge Martinez, Blane Lewis, Roy Kelly dan Anwar Shah. selain pakar, dalam konferensi tersebut juga mengungkap pengalaman dari praktisi seperti Luis Riffo Perez, Baoyun Qiao, Kenneth Brown, Winarni Monoarfa, dan Joko Widodo.

sebagai praktisi negeri sendiri, Winarni Monoarfa (Kepala Bappeda Prov. Gorontalo) dan Joko Widodo (Walikota Surakarta/Solo) telah menunjukkan bahwa proses desentralisasi telah memberikan dampak positif bagi daerahnya dengan menunjukkan menurunnya angka kemiskinan, meningkatnya indeks pembangunan manusia, penataan kota yang sesuai fungsinya, dan maksimalisasi penganggaran dalam hal penyediaan infrastruktur.

nampaknya wakil dari daerah di Indonesia ini layak dijadikan percontohan bagi daerah-daerah lain dalam melaksanakan penataan wilayah maupun optimalisasi penganggaran, sehingga infrastruktur dan proses pembangunan menyentuh rakyat di wilayahnya.

presentasi yang dipaparkan juga dikomentari oleh beberapa pakar dan akademisi dari negeri sendiri diantaranya Machfud Sidik, Abdul Halim, Wihana Kirana Jaya, Roy V. Solomo, Chandra Fajri Ananda, Max Pohan,  M. Najib, Lucky Eko W, Hefrizal Handra, Hamid Paddu, & Robert A. Simanjuntak.

banyak PR yang harus diselesaikan jika dibandingkan keberhasilan desentralisasi di negara-negara lain dan Kementerian Keuangan sebagai penyelenggara kegiatan layak diacungi jempol atas terlaksananya konferensi ini, mengingat perlunya proses evaluasi dan pembelajaran dalam pelaksanaan desentralisasi di Indonesia.

Advertisements