Tags

, , , , , , , ,


suatu pagi, ketika anak pertama saya mandi, tiba-tiba terdengar suara jeritan dari kamar mandi. suara itu tidak seperti biasanya karena ada nada jengkel di dalamnya. kemudian segera saya suruh anak saya keluar dan ternyata wajahnya menyiratkan rasa ketakutan yang amat sangat. saya pun bertanya ada apa, dan dia menjawab ada kecoa.

sepenggal kisah tersebut mungkin mewakili jutaan anak yang memiliki masalah ketakutan terhadap suatu hal. lalu bagaimana kita menyikapinya? wajarkah rasa takut itu dan bagaimana mengatasinya? berikut beberapa hal yang bisa dilakukan para orang tua agar ketakutan itu tidak bersifat jangka panjang dan permanen.

  • Takut Itu Normal

sadarilah bahwa semua orang yang normal apalagi anak-anak pasti memiliki rasa takut. karenanya kita tak perlu khawatir selama rasa takutnya tak berlebihan.

  • Cari Penyebabnya

mencari tahu apa yang membuat anak ketakutan sangatlah penting. karena itulah cara termudah untuk menemuka solusinya. jadi, misalnya anak takut pada kecoa, kita bisa menanyakan apa yang membuatnya takut. takut digigit atau bagaimana? kalau dia menjawab takut digigit, tanyakan lagi apa yang dia ketahui tentang mahluk tersebut? cari buku atau referensi tentang binatang tersebut dan lakukan diskusi kecil-kecilan untuk menambah pengetahuannya dan mengurangi ketakutannya.

  • Pahami Ketakutannya

ingat, rasa takut itu normal. untuk itu, kita harus bisa menerima ketakutan anak. jangan katakan bahwa ketakutannya tak masuk akal, kamu harus berani, atau mengatakan bahwa takut itu perasaan orang bodoh. hal itu tak membuat rasa takutnya berkurang. takut adalah perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan akal. yang dibutuhkan seseorang saat ketakutan hanya satu: perlindungan atau sesuatu yang bisa membuatnya merasa aman.

  • Jujurlah Padanya

anak-anak sering mengira orang dewasa tak pernah merasa takut. karena itu, ada baiknya kita menunjukkan padanya bahwa kita juga punya rasa takut. misalnya, perasaan takut pada anjing, tak perlu kita ungkapkan pada si kecil, tetapi dengan sikap, ekspresi dan kalimat yang menenangkan. misalnya, “Ibu juga tak suka pada anjing besar itu. Tapi kalau kita tak menyakitinya, dia juga tak kan menggigit kita.” Ini akan lebih baik daripada kita bilang, “Jangan takut, anjing itu tak kan menggigit kita,” tapi saat anjing tadi bergerak, kita malah lari terbirit-birit.

  • Jangan Dipaksa

jangan berpikir untuk menghilangkan rasa takut anak dengan menggunakan paksaan. misalnya jika si anak takut dengan kecoa, maka ajaklah dia untuk menunjukkan lokasi kecoa itu. setelah itu ajari si kecil dengan kita lakukan tindakan simpel yang menyebabkan kecoa itu menjauh/menghilang. bilang padanya, bahwa kecoa kalau diusir pasti akan lari jadi kita juga harus mengusir ke arah yang berlawanan dengan kita.

  • Bantu Membuat Strategi

jika anak takut pada kegelapan, pasanglah lampu tidur di samping ranjangnya. atau berikan dia mainan kesukaannya, yang bisa membuat dia nyaman tidur. ini akan sangat membantu.

  • Jangan Takut-Takuti Anak

kebiasaan orangtua menakut-nakuti anak, seperti mengatakan, “Hiii..” bila tiba-tiba lampu mati atau mengatakan, “Awas lho, setan suka sekali makan anak yang nakal.” bahkan kalimat yang sederhana, “Biar, biar digigit anjing,” juga sangat tidak baik karena bisa menumbuhkan rasa takut yang tidak beralasan pada anak. sebab dengan kalimat tersebut, anda telah menumbuhkan kesan bahwa ruang yang gelap itu menakutkan, setan suka makan anak-anak, dan anjing suka menggigit anak-anak. seperti yang terjadi pada keponakan yang takut disunat. ternyata dari kecil kalau dia berlaku nakal oleh saudara-saudaranya diancam dengan disunat, sehingga dia trauma ketika sudah waktunya disunat.

  • Minta Bantuan Psikiater

bila rasa takut anak berlebihan dan berbagai upaya di atas ternyata tak membuahkan hasil, tak ada salahnya kalo minta bantuan psikiater untuk mengurangi ketakutan si kecil.

semoga berguna.

Advertisements