Tags

, , , , , , , ,


banyak orang yang menyangka bahwa virus ini berasal dari Singapura, tapi hal itu tidak benar seluruhnya. virus ini memang sudah ada sebelumnya, tapi nama itu muncul karena virus ini kembali berjangkit dan menjadi pendemik di Singapura. penyakit yang disebabkan oleh virus Enterovirus 71 ini, di dunia kedokteran disebut Hand, Foot, and Mouth Desease (HFMD).

penyakit ini biasa muncul di musim panas/kemarau atau pada saat pancaroba, karena pada saat itu kondisi tubuh anak menurun sehingga virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh. penyakit ini tergolong mudah menular terutama kepada anak-anak hingga usia 10 tahun, dimana kondisi kekebalan tubuhnya masih rapuh. penularan biasanya melalui cairan seperti bersin, ludah, maupun cairan yang berasal dari bintil atau melalui perkakas yang digunakan penderita seperti handuk, sapu tangan, maupun pakaian. masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 3-4 hari. Dari kasus yang sudah ditemui biasanya penderita akan sembuh dalam waktu 7-10 hari, dengan catatan kondisi si anak dalam keadaan baik.

gejala awal dari penyakit ini adalah demam yang biasanya diikuti dengan gejala radang tenggorokan. sariawan juga dapat menjadi gejala awal penyakit ini. seringkali diikuti dengan munculnya bintil-bintil merah di sekitar telapak tangan dan telapak kaki. kondisi demam dan munculnya bintil-bintil merah menyebabkan orang berpendapat kalau itu penyakit cacar air, tapi tidak demikian. selain itu juga muncul rasa pegal, ngilu dan nyeri pada mulut, tangan dan kaki.

kemunculan bintil-bintil biasanya disertai rasa gatal sehingga si anak akan langsung menggaruknya. jika terlalu keras, maka yang terjadi adalah munculnya luka baru. sementara itu, rasa pegal, ngilu dan nyeri menyebabkan si anak menjadi lesu dan malas. padahal dengan bergerak, si anak secara tidak langsung mengaktifkan imun di dalam tubuhnya.

ruam di rongga mulut dan tenggorokan akan membuat si anak menjadi malas makan/minum. hal ini yang justru perlu dikhawatirkan karena kurangnya asupan makanan/minuman akan membuat tubuh si bocah semakin lemah dan dehidrasi. jika dibiarkan lebih lanjut, maka dimungkinkan virus akan menyerang paru-paru dan otak. inilah yang dapat mengakibatkan kematian.

jadi jika si kecil menderita penyakit ini, para orang tua hendaknya tidak panik dan segera membawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan seperlunya. jikapun si anak di rawat jalan, hendaknya asupan gizi dan cairan diawasi dengan ketat agar kondisi tubuh membaik dan imunnya meningkat sehingga dapat segera sembuh.

sumber: dirangkum dari berbagai sumber

Advertisements