Tags

, , , ,


senin, 9 januari 2012 merupakan hari pertama masuk sekolah di wilayah Jabodetabek setelah libur panjang. buat para pengendara kendaraan bermotor pasti memiliki pemikiran yang sama, “berangkat lebih pagi karena terlambat sedikit pasti macet”. berbeda ketika libur panjang kemarin yang mengurangi kemacetan secara signifikan.

apakah ini mengindikasikan bahwa anak sekolah menyebabkan kemacetan?? jawabnya bisa jadi. justru yang penting adalah mencari akar permasalahan dan pemecahannya.  kunci untuk memecahkan permasalahan ini, menurut saya, adalah mengatasi permasalahan keamanan dan transportasi masal. MENGAPA? mari kita analisis (kecil-kecilan saja).

permasalahan keamanan di ibukota ini sudah sangat memprihatinkan, sampai-sampai orang bersenggolan saja sudah dicurigai. keamanan di ibukota menunjukkan kecenderungan menurun dibanding sebelum masa reformasi. tapi bukan berarti pada masa sebelum reformasi keamanan lebih baik, hanya pada masa itu masyarakat lebih merasa aman. permasalahan ini dapat dihilangkan, minimal dikurangi, dengan melibatkan berbagai pihak.

aparat kepolisian diperlukan untuk menjaga ketertiban masyarakat, baik di jalan raya atau di lingkungan tempat tinggal masyarakat. rasio aparat kepolisian idealnya adalah 1:1000, artinya setiap 1000 warga negara dilindungi oleh 1 orang aparat, akan tetapi karena keterbatasan kemampuan keuangan negara, maka kondisi tersebut belum dapat dicapai. disamping itu, sarana dan prasarana di jalan raya maupun lingkungan masyarakat harus memadai dan senantiasa dipelihara sehingga mengurangi, bahkan menghilangkan kesempatan orang untuk berbuat kejahatan.

sampah yang bertebaran dan tidak kunjung diangkut dapat menjadikan suatu daerah menjadi daerah kumuh, yang ditambah dengan minimnya fasilitas umum akan menjadikan daerah itu rawan kejahatan. rambu-rambu lalu lintas dan pengaturan parkir di pinggir jalan juga dapat menyebabkan kesemrawutan.

masyarakat lebih memilih moda transportasi yang mempermudah dan mempersingkat perjalanan, ketika belum tersedianya transportasi masal yang nyaman. maksudnya adalah nyaman dalam hal memilih, nyaman dalam menggunakannya, nyaman dalam tarifnya, nyaman dalam pelayanannya. sungguh bukan hal yang mudah untuk mewujudkan rasa nyaman itu.

sekarang giliran kita bertindak sebagai orang tua si anak sekolah. apa yang kita pikirkan ketika anak kita hendak berangkat sekolah sementara transportasi belum nyaman dan keamanan di perjalanan tidak terjamin, belum lagi sarana dan prasarana di sepanjang perjalanan belum dapat menciptakan rasa nyaman dan aman. saya yakin jika orang tua memiliki kendaraan pribadi pasti akan mengantar (sendiri atau dengan sopir) si anak berangkat sekolah.

ketika sampai, diperlukan tempat parkir yang luas akan tetapi jika tidak tersedia maka bahu jalan jadi tempat parkir dadakan. ruas jalan semakin sempit sementara jumlah kendaraan yang lewat tetap, akibatnya macet. kondisi macet di depan sekolah tidak berhenti hanya di depan sekolah tapi merembet ke ruas jalan sekitarnya, lebih parah jika dalam radius 500m di ruas jalan yang sama terdapat sekolah lain. maka efek kemacetan berantai akan dirasakan oleh semua pengguna jalan.

Advertisements