Tags

, , , , , , , , , , , , ,


masih ingat dalam benak kita kejadian 22 januari 2012 kala mobil Xenia bernomor polisi B 2479 XI yang dikemudikan oleh Afriyani Susanti menabrak pejalan kaki hingga mengakibatkan 9 orang meninggal dan 4 orang menderita luka-luka. ternyata diketahui bahwa pengemudi mengendarai mobil di bawah pengaruh alkohol & obat psikotropika, dan itu diakui oleh sang pengemudi. berdasarkan hal tersebut, pada akhirnya kepolisian menetapkan jeratan pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 16 tahun penjara.

banyak rumor yang beredar di dunia maya bahwa kecelakaan itu juga disebabkan mobil yang ditumpanginya tidak dilengkapi dengan perangkat keselamatan yang memadai. memang tanpa disadari masyarakat kita tidak memperhatikan faktor keselamatan saat membeli mobil. jarang calon pembeli menanyakan ada tidaknya peranti keselamatan seperti ABS, ESP, EBD, Airbag, Lulus Uji Tabrak, pedestrian friendly, dan lainnya. calon pembeli lebih utama menanyakan irit BBM, biaya operasional dan yang paling banyak dicari adalah mobil berpenumpang banyak.

memang tidak salah karena masyarakat kita lebih senang menggunakan mobil untuk kepentingan bersama, tapi harus diperhatikan bahwa semakin banyak beban, maka mobil juga harus didukung peranti keselamatan yang memadai untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

semisal ketika tiba-tiba ada orang menyeberang jalan, pasti pengemudi reflek menginjak rem kuat-kuat. akibatnya rem terkunci dan mobil tidak bisa dikendalikan arahnya. beda dengan mobil ber-ABS yang ketika rem diinjak maksimal, maka rem tidak akan terkunci dan mobil dapat dikendalikan arahnya. atau ketika dalam kecepatan tinggi tiba-tiba terdapat genangan air dan harus mengerem, maka yang terjadi adalah mobil melintir dan dapat mengakibatkan tergulingnya mobil. dengan peranti EBD dan ESP kejadian itu dapat diminimalisir karena EBD akan mendistribusikan kekuatan rem pada masing-masing roda sehingga tidak mengunci dan ESP akan mengendalikan kestabilan kendaraan agar tidak oleng/terguling.

masih ingat dalam ingatan kita kejadian yang dialami oleh pedangdut Saipul Jamil hingga kehilangan istri & calon anaknya. olengnya mobil Avanza ditengarai karena dihempas oleh angin samping di ruas tol Cipularang KM 97. dengan beban maksimal, maka kendaraan yang tanpa peranti ESP akan kesulitan mengendalikan mobil, apalagi berpenumpang melebihi kapasitas.

apakah ini berarti perusahaan otomotif ikut bertanggung jawab terhadap beberapa kecelakaan yang terjadi? tidak 100% benar karena bagaimanapun mobil itu berjalan sesuai dengan pengemudinya sehingga bisa dikatakan bahwa keselamatan penumpang & pengguna jalan lain ditentukan oleh pengemudi. ibarat pisau, dia akan berguna ketika dipegang oleh koki sehingga menghasilkan masakan yang lezat. berbeda ketika yang menggunakan pisau adalah penjahat, maka yang terjadi adalah munculnya kejahatan yang bisa saja disertai adanya korban.

faktor pengetahuan terhadap kondisi mobil dan skill mengemudi mutlak diperlukan ketika mengendarai kendaraan, termasuk sadar diri ketika tubuh tidak dalam kondisi yang bagus untuk mengemudikan mobil.

Advertisements