Tags

, , ,


Setelah Komisaris PT Pos Indonesia, Farid Harianto, kini giliran Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, Maruli Goeltom yang dipecat oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Kedua pejabat tersebut dipecat dengan alasan yang sama, yakni tidak menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Farid Harianto yang telah menjabat sejak 2009 tidak juga menyampaikan LHKPN setelah 2 kali surat peringatan dari KPK. Farid beralasan sibuk menjadi Staf Khusus Wapres Boediono dan dia juga memang sudah berniat mundur dari jabatan Komisaris PT Pos.  Maruli Goeltom yang menyatakan pengunduran dirinya sudah diterima oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Pak Menteri sudah menunjukkan keseriusannya dalam bekerja dan membina organisasi di lingkungannya. Masih ingat di benak pengguna jalan tol, bagaimana marahnya beliau ketika antrian di pintu tol panjang sementara pintu tidak semuanya beroperasi. Dengan spontan beliau langsung membuka pintu tol dan membiarkan beberapa mobil masuk tol tanpa membayar sepeserpun. Tindakan itu tidak hanya omong kosong karena beliau menyanggupi untuk mengganti secara pribadi kerugian yang muncul. Banyak hal yang sebenarnya dapat diikuti oleh pejabat lain agar tingkat kepercayaan masyarakat semakin bertambah.

Pencopotan kedua pejabat itu mungkin dilandasi oleh kesadaran beliau akan pentingnya pemberantasan korupsi dan pemulihan nama baik. Pejabat yang tidak menyampaikan LHKPN dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun pasti mengundang tanda tanya oleh masyarakat luas. Hal inilah yang menjadi fokus beliau untuk melakukan tindakan preventif dan sekaligus menjaga nama baik pejabat yang bersangkutan.

Advertisements