Tags

, , , , , ,


Begitulah penggalan twit Wamen Kementerian Hukum & HAM, Deny Indrayana, yang sekarang menjadi polemik di media masa. Pendapat yang pro & kontra mewarnai perjalanan cuplikan twit tersebut. Adalah OC. Kaligis, advokat/pengacara yang berkeberatan dengan twit tersebut dan telah mengajukan tuntutan ke polisi, karena menganggap “kicauan” sang Wamen telah mencemarkan dan menghina institusi advokat itu sendiri. Padahal secara jantan Deny Indrayana telah mengajukan klarifikasi terhadap maksud “kicauanya” serta telah mengajukan permohonan maafnya.

Komentar yang dilontarkan oleh para advokat tentu saja sudah dapat ditebak, dan posisi pro kontra itu sendiri sudah dapat dipetakan dengan jelas. Tapi penulis melihat ada 2 sisi dari kalimat itu. Pertama, idiom tersebut dilontarkan untuk menyindir para advokat yang memiliki kebiasaan untuk mencari “jalan keluar” yang aman atas kasus kliennya dengan berbagai cara, misalnya dengan mengamankan asetnya sehingga tidak terdeteksi dan tidak dapat dibuktikan di pengadilan (a.k.a. Money Laundry). Kedua, idiom ini untuk menjelaskan kegeraman sang Wamen atas adanya kasus advokat yang tersangkut kasus korupsi. Kegeraman Deny Indrayana dapat dipahami karena memang pernah terjadi advokat yang memiliki klien koruptor, tapi pada akhirnya dia (advokat) juga dituduh ikut terlibat dalam kegiatan korupsi itu sendiri.

Sementara itu, para pakar media sosial lebih melihat pada media yang digunakan (twitter) dan istilah-istilah yang digunakannya. Ada yang beranggapan bahwa itu merupakan kultwit, artinya seseorang berusaha menampilkan buah pikirannya secara utuh dan kontinyu. Jika ini yang dilakukan Wamen, penulis beranggapan kurang tepat karena jarak antara twit yang satu dengan lainnya memiliki jangka waktu yang lama. Kultwit biasanya panjang, didahului angka atau hashtag, dan berjarak sekian detik/menit agar pembaca/follower nya dapat mengikuti jalan pikiran secara utuh. Pengutipan kalimat secara terpenggal juga dapat menjadi pemicu kesalahpahaman karena bagaimanapun kata-kata tidak dapat menjelaskan secara rinci maksud & jalan pikiran si penulis.

Mungkin Anda yang membaca juga memiliki pandangan yang lain.

Advertisements